Creative hub mendorong kreasi dan inovasi

Creative Hub Mendorong Kreasi dan Inovasi

Dimuat Oleh Admin - 6 bulan yang lalu

Creative hub mendorong kreasi dan inovasi, tetapi juga bisa mencipta kesenjangan digital. Tapi mengapa bisa demikian? Maraknya pertumbuhan creative hub di Indonesia sedikit banyak sudah mengubah perilaku pekerja. Banyak yang kini lebih berminat (lanjut) bekerja dan mengerjakan tugas di creative hub.

Creative hub, coworking space atau tempat dan ruang kerja bersama merupakan wadah pagi para pekerja (kreatif) untuk berekspresi dan mewujudkan ide-ide. Namun ternyata, meski bisa menyulut banyak ide dan memperluas networking atau jaringan, creative hub bisa menjadi salah satu faktor terciptanya kesenjangan digital antar kota-kota besar dan daerah pinggiran atau pedesaan.

Creative hub sebagai ruang berkreasi dan menemukan ide-ide

Zaman sekarang sudah akrab kita dengar istilah creative hub. Namun, tahukah kamu dari mana istilah tersebut berawal. Pertama kali, istilah creative hub dipopulerkan di British Council, Pusat Kebudayaan Inggris untuk memberi nama tempat atau ruang bertemunya orang-orang kreatif, entah secara virtual ataupun fisik.

Banyak tempat di kota-kota yang ada di Indonesia menyebut tempat ruang kerja bersama ini dengan coworking space. Coworking biasanya menawarkan keanggotaan. Sementara tempat yang menyediakan alat produksi untuk digunakan bersama dikenal dengan makerspace atau tempat berkreasi secara kreatif semacam galeri seni.

Berada di creative hub bersama orang-orang dari berbagai latar belakang dan profesi akan memudahkan siapa saja untuk menggali dan menangkap ide-ide cemerlang. Bagi siswa-siswa sekolah, biasanya lebih memilih makerspace yang menyediakan printer untuk mengerjakan tugas berupa

Tidak hanya para siswa sekolah, tetapi juga para mahasiswa dan para profesional yang kaya ide dan sedang mengembangkan produk banyak yang memilih makerspace untuk berkarya. Makerspace biasanya dilengkapi dengan fasilitas yang bisa digunakan untuk bersama-sama mengembangkan produk mereka.

READ  Bekerja di Kantor atau di Rumah Is So Yesterday, Eranya Kerja di Creative Hub

Biasanya, produk yang dihasilkan erat kaitannya dengan budaya, teknologi, seni dan ilmu pengetahuan.  Salah satu negara yang terdepan dalam mencipta makerspace ini adalah Singapura. Meski demikian, di Indonesia sendiri saat in sudah terdapat makerspace di beberapa kota.

Creative hub menjadi pusat kreatifitas dengan ekosistem yang dinamis

Bermunculannya creative hub atau ruang kerja bersama ini telah sedikit banyak mengubah dan memengaruhi budaya kerja serta kebutuhan para pekerja saat ini. Generasi milenial kini banyak yang memilih bekerja dan menghabiskan waktu di creative hub. Apalagi para pebisnis startup yang sekarang juga sedang marak-maraknya.

Para pebisnis startup yang menyewa tempat di creative hub pun telah menjadi semacam tren dan mengubah kebiasaan kerja yang biasanya kaku dan konvensional. Creative hub lebih banyak memberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dibanding kantor-kantor pada umumnya.

Mengapa demikian? Banyak pebisnis, pelajar atau pekerja kreatif menghabiskan waktunya kongkow di creative hub. Mereka yang datang dengan berbagai latar belakang ini membuka kesempatan bagi siapa saja, terutama yang sedang mengembangkan produk untuk bertukar ilmu, berkolaborasi atau bekerja sama.

Ide-ide yang bermunculan dari berkomunikasi dengan orang-orang yang bekerja di creative hub, bisa menjadi pemicu munculnya ide-ide baru yang bermanfaat dalam menjalankan dan memajukan startup.

Namun, jika dilihat lebih jauh, keberadaan creative hub ini bisa memicu ketimpangan dalam hal akses, peluang dan infrastruktur. Misalnya saja dengan menawarkan private office bagi para pelaku startup, creative hub mencipta suatu “kolam digital” yang jarang berhubungan dengan ranah-ranah lain.

Ini tentunya bisa diatasi oleh pemerintah dengan membangun banyak pusat-pusat kreatif pula di kota-kota yang belum terjamah pembangunan creative hub seperti di kota-kota besar.

Creative hub menawarkan 24 jam berkreasi tanpa batas

READ  4 Manfaat Creative Hub Bagi Entrepreneur

Kantor konvensional tidak memberikan akses 24 jam bagi pekerja yang ingin tetap bekerja di luar jam kantor. Kita yang senang berekspresimen dan senang kongkow sambil berdiskusi tentu membutuhkan tempat yang sesuai dengan fasilitas yang mendukung.

Ada pula karyawan yang produktivitas dan kreativitasnya baru benar-benar optimal setelah jam kantor. Dia lebih bisa mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik selepas jam kerja. Tetapi mungkin tidak nyaman tinggal di kantor sendirian dan menyelesaikan pekerjaan di bilik tanpa teman.

Creative hub memberikan kenyamanan bagi siapa saja untuk berkarya. Sebagai salah satu pusat kreatifitas dan produktifitas, creative hub juga menawarkan kesempatan berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai latar belakang yang mendorong pada inovasi dan pengembangan bisnis.

Siapa saja pasti mendapat tempat dan tidak perlu takut terlambat. Sangat kecil kemungkinan tidak mendapatkan tempat di creative hub. Kita pun bisa memilih spot favorit kita sendiri sesuai kebutuhan. Pada saat istirahat dan membutuhkan asupan makanan atau minuman, creative hub pun biasanya sudah menyediakan kafe yang mendukung kreativitas.

Creative hub menawarkan fleksibilitas dan keramahan lingkungan

Bekerja atau berdiskusi di creative hub bisa kapan saja. Kita tidak perlu harus datang diwaktu tertentu atau pulang pada jam yang sudah ditentukan. Bagi pebisnis rintisan atau startup, creative hub memberi ruang yang pas untuk memperkenalkan karya atau produk bisnis.

Biaya yang kita keluarkan tidak akan semahal menyewa gedung biasa pada umumnya untuk mengadakan event. Creative hub biasanya menawarkan sistem keanggotaan dan setiap anggota mendapatkan beberapa fasilitas seperti diskon atau gratis mengikuti event. 

Creative hub menghindarkan kita dari lingkungan kerja yang tidak mendukung

Kita bisa saja selalu penuh dengan ide-ide kreatif. Tetapi, tanpa tempat dan fasilitas yang mendukung, ide-ide tersebut tidak akan berkembang atau mewujud menjadi sesuatu. Creative hub di sini memegang peran penting untuk memungkinkan ide-ide kreatif tersebut berubah menjadi hal-hal yang menghasilkan.

READ  Mana yang Terbaik Bagi Seniman, Creative Hub atau Sewa Tempat Sendiri?

Bagi freelancer, creative hub menjadi pilihan tepat untuk berkarya. Bisa saja para freelancer ini bekerja di rumah. Namun, bisa jadi akan ada banyak hal yang menghambat seperti misalnya tamu yang datang tanpa janji sebelumnya atau rasa malas yang tiba-tiba menyerang.

Dengan bekerja di creative hub, tentu ada uang yang kita keluarkan untuk berada di sana dalam waktu tertentu. Kita tentu tidak akan membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak berguna. Semangat bekerja juga akan muncul ketika kita melihat sekeliling juga sedang mengerjakan tugasnya. Jadi, creative hub secara tidak langsung, jelas mendorong kita untuk lanjut berkarya.

Bekerja di creative hub juga memberi rasa persahabatan. Ketika bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, kita tentunya pelan-pelan bisa menjalin komunukasi dengan mereka. Dari komunikasi yang baik, maka akan terjalin hubungan yang baik pula.

Banyak sekali keuntungan yang kita dapat dengan menjalin hubungan persahabatan dengan orang-orang yang kita temui di creative hub. Tentus saja, kita harus tetap memilih dan memilah siapa-siapa saja yang layak kita jadikan teman diskusi guna mengembangkan produk atau memberdaya diri kita.

Blogger, vlogger, pengusaha atau pekerja seni pun memilih creative hub untuk berkarya. Pebisnis rintisan atau startup dapat menggunakan kesempatan ini untuk dapat memajukan usaha. Dengan banyak bertemu dan ngobrol dengan pengusaha lain yang juga mengunjungi creative hub, akan semakin banyak ilmu yang didapat.

jadi, creative hub mendorong kreasi dan inovasi, kamu setuju?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *