5 alasan startup dan entrepreneur tertarik dengan creative hub

5 Alasan Startup dan Entrepreneur Tertarik dengan Creative Hub

Dimuat Oleh Admin - 1 tahun yang lalu

Creative hub – 5 alasan startup dan entrepreneur tertarik dengan creative hub ini bisa menjadi tambahan referensi buat kamu yang mungkin belum pernah mencoba bekerja di creative hub. Apalagi jika kamu salah satu pelaku startup atau usaha rintisan yang sedang mencari tempat untuk menjalankan kegiatan bisnis.

Jika dulu para entrepreneur atau pengusaha tidak banyak yang tertatrik dengan creative hub, itu karena kondisinya belum seperti sekarang. Creative hub saat ini menjamur dan bisa diakses dengan mudah di kota-kota di Indonesia.

Dengan berbagai fasilitas pendukung kerja dan tempat yang nyaman dan atmosfer yang kondusif, creative hub menjadi banyak diminati para entrepreneur dan startup daripada gedung perkantoran konvensional.

Semakin diminati oleh banyak orang, creative hubpun menjamur dimana-mana. Masing-masing mengusung konsep yang unik untuk menarik minat pengunjung. Nah, apa saja alasan lain startup dan entrepreneur tertarik dengan creative hub? Yuk kita simak bersama 5 alasan berikut ini.

5 alasan startup dan entrepreneur tertarik dengan creative hub

(Sumber: wework.com)

5 alasan startup dan entrepreneur tertarik dengan creative hub diera digital ini

1. Banyaknya remote workers dan digital nomads

Adanya akses internet yang mudah diera digital ini membuat tren serta budaya kerjapun berubah. Pernah ada masa dimana para pencari kerja harus mengirim pos surat lamaran dan CV atau Resumenya atau membawa langsung ke perusahaan atau kantor untuk melamar kerja.

Sekarang pelamar kerja yang memenuhi syaratpun tidak perlu datang ke kantor untuk wawancara. Tes dan wawancara bisa dilakukan secara online melalui Skype Call. Kemudahan ini membuat semuanya berjalan lebih cepat.

Kecepatan dan kemudahan itu pula yang membuat banyak bermunculan digital nomads (DN) dan remote workers (RW). DN dan RW adalah mereka yang menggunakan fasilitas internet untuk bekerja tanpa terikat tempat dan waktu. Jika tanpa ngantor saja bisa menghasilkan, ya kenapa tidak? Iya, kan?

READ  Mana yang Terbaik Bagi Seniman, Creative Hub atau Sewa Tempat Sendiri?

Tentunya kita tidak bisa menyalahkan orang-orang yang lebih senang bekerja bebas atau freelance. Mereka pun membutuhkan tempat untuk bekerja, tetapi bukan yang terikat waktu. Para freelancer ini membutuhkan fleksibilitas yang tinggi dan creative hub menawarkan yang mereka butuhkan

2. Creative hub lebih murah dibanding sewa kantor

Bagi DN dan RW, menyewa ruang atau tempat di creative hub, jika dilihat dari sisi ekonomi, tentunya lebih murah dibanding menyewa gedung sendiri. Dengan menyewa di creative hub, maka para freelancer tidak perlu memikirkan biaya keamanan, pemeliharaan gedung plus fasilitasnya, internet, dekorasi kantor dan lain sebagainya.

Desain atau dekorasi ruang dalam creative hub memang dirancang untuk memberi kenyamanan dan menonjolkan segi estetika yang menawan agar siapa saja betah berlama-lama. Setelah membayar sewa, kamu bisa menikmati fasilitasnya seperti internet, minuman gratis, colokan listrik dan lain sebagainya.

Di lihat dari segi ekonomi, creative hub memenuhi syarat bagi para DN dan RW atau freelancer untuk hemat. Tinggal membayar, lalu bisa menggunakan fasilitas tanpa memikirkan pemeliharaan atau biaya jika terjadi kerusakan. Ekonomis bukan?

3. Creative hub fleksibel dalam segala hal

Mudahnya akses internet membuat hampir segalanya mungkin, termasuk bekerja sama atau bekerja pada orang lain yang berbeda zona waktu. Jika kantor konvensional biasanya memiliki jam kerja mulai dari pukul 9 pagi sampai 5 sore, creative hub menawarkan waktu yang lebih fleksibel untuk siapa saja.

Ketika kamu harus mengadakan pertemuan dengan tim atau klien dilur jam kerja, creative hub menjadi satu pilihan tempas yang pas. Tidak hanya menawarkan kenyamanan, tempat kerja bersama ini menyediakan spot-spot yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan.

READ  7 Alasan Kamu Harus Coba Bekerja di Genesis Svargaloka Creative Hub

Misalnya, kamu dan tim akan membicarakan projek baru dan membutuhkan ruang privasi, kamu bisa menyewa meeting room dengan kapasitas yang sesuai. Atau, kamu janji temu dengan klien penting  dan kamu membutuhkan private office atau spot dengan sofa dan  meja yang elegan. Creative hub bisa menyediakan tanpa kamu kerepotan.

Singkatnya, dalam 24 jam, creative hub menyediakan yang kamu butuhkan untuk berkarya dan mengekspresikan diri. Kapan saja kamu butuh tempat yang nyaman dengna fasilitas lengkap, creative hub pilihannya. Terlebih lagi, memang ada sejumlah orang yang hanya bisa bekerja pada malam hari. Creative hub menjadi surga bagi mereka.

4. Creative hub tempatnya komunitas berkumpul

Beragamnya pengunjung yang datang ke creative hub membuat tempat kerja bersama ini menjadi bertemunya banyak komunitas. Ada yang freelancer, ada pekerja kantoran, ada entrepreneur, dan profesi lain. Hubungan yang baru dari hasil temu kenal dengan orang-orang baru juga membuka kesempatan bagi siapa saja untuk membentuk komunitas baru.

Adanya keberagaman profesi yang datang dan bekerja di creative hub memungkinkan freelancer, juga para entrepreneur dan startup untuk mendapatkan peluang baru. Tidak ada lagi persaingan yang tidak sehat, karena semua akan saling meminta saran, masukan dan pendapat untuk semakin maju bersama-sama.

Dengan konsep komunitas, tidak ada lagi sebuah “politik kantor” atau persaingan tidak sehat karena satu dan yang lainnya akan meminta pendapat untuk kemajuan bersama. Coworking space juga bisa menjadi tempat seorang freelancer menemukan peluang lain dalam kariernya.

5. Creative hub diprediksi menjadi kantor masa depan

Satu studi yang diadakan para peneliti di University of Calgary menyatakan bahwa kantor konvensional yang menerapkan konsel open office  akan membuat karyawannya memiliki kinerja yang kurang bagus, mendapat tekanan fisik dan tidak memiliki hubungan yang baik antar pekerja.

READ  6 Alasan Creative Hub Disukai Generasi Milenial

Sementara itu studi lain yang diadakan oleh para peneliti dari University of Minnesota menyatakan bahwa konsep open office membuat gangguan suara meningkat dan privasi karyawan juga berkurang.

Padahal karyawan diharapkan memiliki kinerja yang bagus dari hari ke hari. Konsep kantor cubicle yang diubah menjadi open office sesungguhnya tidak memberi solusi untuk kinerja karyawan. Karyawan membutuhkan kontrol juga atas diri mereka, tetapi bukan berarti memiliki kebebasan untuk melakukan apapun semaunya.

Karyawan bebas mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab mereka, tetapi diberi keleluasaan untuk bekerja dimanapun sesuai kebutuhan. Itulah sebabnya creative hub begitu diminati oleh banyak orang, termasuk entrepreneur dan startup.

Jika konsep open office terus diterapkan, maka karyawan tentu akan memilih tempat yang lebih memberi kenyamanan. Creative hub bisa memenuhi kebutuhan karyawan untuk mengerjakan tugas yang tidak bisa mereka selesaikan ketika di kantor. Ke depannya, bisa jadi creative hub yang bisa memberi lebih banyak kenyamanan ini akan semakin banyak dibangun dan menjadi pilihan banyak orang untuk bekerja.

Dari segi kenyamanan dan kelengkapan fasiltias, creative hub pun memenuhi kebutuhan para entrepereneur dan startup. Akan semakin banyak yang menggunakan creative hub karena banyak kelebihan seperti yang sudah kita bahas di atas. Bagaimana menurutmu?

5 alasan startup dan entrepreneur tertarik dengan creative hub di atas tentunya juga semakin meneguhkan esksistensinya sebagai ruang kerja bersama yang pasti diminati. Bekerja tidak harus terikat waktu dari pagi sampai sore. Kalau kamu salah satu orang yang baru bisa bekerja menjelang malam, tentunya creative hub lah jawabannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *